Al-Quran - Makna dan Keistimewaan-keistimewaannya

Sungguh, al-Quran memiliki banyak sekali keistimewaan. Perkara tersebut tentu tidak samar lagi bagi siapa saja yang membaca al-Quran, as-Sunnah, dan kitab-kitab para ulama kaum muslimin, karena di dalamnya banyak menyebutkan keistimewaan-keistimewaan tersebut. Bahkan, mantan perdana mentri salah satu negara di Eropa yang tahu sedikit tentang keistimewaan al-Quran mengatakan, “Selama al-Quran ini masih ada, Eropa tidak akan sanggup menguasai Timur yang Islam.”
Namun sangat disayangkan, sebagian orang yang menisbahkan dirinya kepada Islam berusaha mengaburkan perkara ini. Sebagian dari mereka menyamakan al-Quran dengan kitab-kitab suci agama lain yang ada saat ini. Bahkan, sebagian yang lain menyamakannya dengan kitab-kitab buatan manusia. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan mereka.
Pada bahasan utama kali ini, kami sampaikan sedikit bahasan tentang makna al-Quran dan  sebagian keistimewaan-keistimewaannya. Semoga hal ini dapat menambah ilmu kita dan menjadikan kita lebih bersungguh-sungguh dalam membaca, mempelajari, mengamalkan, dan mendakwahkan apa-apa yang ada di dalamnya.

Makna Al-Quran

Secara istilah, al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dimana seseorang beribadah dengan membacanya. Berikut ini penjelasan singkat terhadap makna tersebut:

  • “Firman Allah,” (kalam Allah) tidak mencakup perkataan manusia, jin, malaikat, atau makhluk selain mereka. Allah Ta'ala berfirman yang artinya, “Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar kalam Allah (al-Quran), kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At-Taubah: 6)
  • “yang diturunkan,” tidak mencakup firman Allah yang Dia sembunyikan menjadi ilmu ghaib di sisi-Nya, atau firman Allah kepada malaikat untuk mereka laksanakan (tidak untuk mereka turunkan kepada salah seorang manusia). Allah Ta'ala berfirman yang artinya, “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (QS. Al-Kahfi: 109)
  • “kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam,” tidak mencakup firman Allah yang diturunkan kepada selain beliau, seperti Taurat yang diturunkan kepada Musa 'alaihis salam, Injil yang diturunkan kepada Isa 'alaihis salam, dan selainnya. Allah Ta'ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.” (QS. Al-Insan: 23)
  • “dimana seseorang beribadah dengan membacanya,” tidak mencakup hadits qudsi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf saja dari al-Quran, maka dengannya dia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat-gandakan menjadi sepuluh....” (HR. Tirmidzi, shahih)

(lihat Dirasat fi 'Ulumil Quran hal. 23)

Sebagian Keistimewaan Al-Quran

Dari makna al-Quran di atas, tampak bagi kita sebagian keistimewaan-keistimewaan al-Quran, diantaranya:

  • Al-Quran merupakan kalam Allah Ta'ala.
  • Membacanya , baik di dalam shalat maupun di luar shalat, ternilai sebagai ibadah.
  • Al-Quran diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dimana beliau merupakan rasul paling mulia dan terakhir yang tidak ada lagi nabi dan rasul setelah beliau.
  • Al-Quran merupakan mukjizat. 
Mukjizat merupakan salah satu dari beberapa hal yang menunjukkan atas benarnya kerasulan Muhammad shallallahu 'alihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah menantang bangas Arab – bersamaan dengan kebencian mereka terhadap beliau shallallahu 'alihi wa sallam dan kefasihan mereka dalam berbahasa – untuk membuat satu surat saja yang semisal dengan dengan al-Quran. Namun, mereka tidak mampu dan tidak akan mampu; lebih-lebih lagi selain mereka dari selain bangsa Arab. Allah Ta'ala berfirman yang artinya, “Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.” (QS. Yunus: 38)

  • Al-Quran dijamin terlepas dari perubahan dan penggantian. 
Allah Ta'ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)
Keistimewaan ini tidak dimiliki oleh kitab-kitab samawi lainnya, seperti Injil dan Taurat, karena keduanya telah dirubah oleh Yahudi dan Nashara.

  • Al-Quran dijamin terlepas dari saling kontradiksi. 
Hal tersebut berdasarkan firman Allah yang artinya, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisa:82) Ibnu
Katsir rahimahullah mengatakan, “Andaikan al-Quran itu buatan manusia –  seperti yang dikataka oleh orang-orang jahil yang musyrik dan munafik hati mereka –, tentulah mereka akan mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya. Sedangkan al-Quran terlepas dari perselisihan, sehingga menunjukkan bahwa ia berasal dari sisi Allah Ta'ala....”
Dan sejarah telah membuktikan bahwa siapa saja yang berusaha merubah al-Quran, pasti Allah Ta'ala membongkar kedoknya.

  • Di dalam al-Quran ada semua yang dibutuhkan manusia berupa akidah, ibadah, hukum, muamalah, akhlak, politik, ekonomi, dan lain sebagainya dari hal-hal yang pasti dibutuhkan oleh masyarakat. 
Allah Ta'ala berfirman yang artinya, “Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab.” (QS. Al-An'am: 38) Imam Thabari rahimahullah berkata menafsirkan firman Allah yang artinya, “Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl: 89), beliau rahimahullah mengatakan: “Diturunkan kepadamu, wahai Muhammad, al-Quran ini sebagai penjelas bagi semua yang dibutuhkan oleh manusia, untuk mengetahui halal, haram, pahala dan siksa....”

  • Al-Quran merupakan obat penyembuh hati dari penyakit syirik, nifak, dan selainnya; dan juga ada ayat-ayat dan surat-surat untuk kesembuhan jasmani, seperti surat al-Fatihah, surat al-Falaq, surat an-Naas, dan selainnya, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits yang shahih. 
Allah Ta'ala berfirman yang artinya, “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra: 82)
Allah juga berfirman yang artinya, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

Dan masih banyak keistimewaan-keistimewaan lainnya. (lihat Kaifa Nafhamul Quran -terj Bagaimana Kita Memahai al-Quran)

Demikianlah sedikti pembahasan tentang makna al-Quran dan sebagian keistimewaan-keistimewaannya. Semoga Allah senantiasa memberikan taufik-Nya kepada kita untuk senantiasa berpegang teguh dengan Kitab-Nya yang mulia.

Maraji' utama:
- Dirasat fi 'Ulumil Quran, karya Syaikh Fahd bin 'Abdirrahman ar-Rumiy,
- Kaifa Nafhamul Quran, karya Syaikh Jamil Zainu (terj: Bagaimana Kita Memahai al-Quran, penerbit: Cahaya Tauhid Press)

Posting Komentar